Tampilkan postingan dengan label film. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label film. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Juli 2010

Selimut Berdarah

Ada apa di Balik Selimut Berdarah yang Misterius?!

Lama tidak muncul sekarang Tampil vulgar ENNO LERIAN!! Mengalahkan video heboh artis.

Di dukung Pingkan mambo, pertama kali main film.
Syukuran Film SELIMUT BERDARAH
Senin, 12 Juli, Pukul 12.00 wib, Planet Hollywood

Produksi: K2K
Produser: KK Dheeraj
Sutradar: Ferry Ipey dan Assad M.A.
Skenario: Melonys
Para Pemain: Enno Lerian, Pinkan Mambo, Roy Marten, Dimaz Andrean, Melina Zafar, Adhi Pawitra, Ananda George.
Penampilan Khusus Artis Korea: Han Song -ho
Beredar: Mulai 22 Juli 2010.

Inilah film ke-sebelas produksi K2K yang sudah dikenal masyarakat, produksi terus membuat film baru yang segar, menarik, dan memang dikategorikan sebagai tontonan khusus untuk dewasa.

Bayangkan mantan artis cilik top ENNO LERIAN yang sudah lama tidak muncul akhirnya muncul sekarang, berani tampil vulgar dengan memamerkan lingerie, bikini. Merangsang dan heboh deh!

Buktikan. Aksi hot Enno dalam memamerkan body moleknya lewat film debutnya ini!

Bukan cuma Enno karena tampil pula penyanyi sensual PINKAN MAMBO yang untuk pertama-kalinya main film! Masyarakat sudah mengenalnya lewat panggung musik, tapi sekarang saksikan akting Pinkan dalam film bioskop!

Didukung aktor senior yang tetap ganteng dalam usia parobaya, ROY MARTEN!

Masih kurang? Jangan Khawatir, Produser KK Dheeraj khusus mengimpor HAN SONG-HO, top model aktor senior, dan model seksi Korea!

Saksikan pergumulan mereka dalam adegan-adegan bernuansa vulgar yang menghebohkan!

Tapi ingat, film SELIMUT BERDARAH memang dibuat khusus untuk dewasa!

Sinopsis:

RIA (Enno Lerian) adalah seorang gadis yang tinggal di sebuah pulau. Sosoknya sederhana namun tetap cantik dan seksi. Ketenangan hidupnya berubah sejak bertemu pemuda DICKY (Dimaz Andrean).

Namun kakak Ria, PINKAN (Pinkan Mambo), juga sahabatnya, MAWAR (Han Song-ho), tak menyetujui pilihan Ria.

Suatu malam Ria memergoki sekawanan anak di bawah umur yang diculik oleh sindikat dibawah pimpinan REHMAN (Ananda George). Sindikat kejahatan ini melakukan penjualan gelap organ tubuh manusia seperti ginjal! Ria berhasil membebaskan semua anak itu! Namun untuk membuktikan bahwa Rehman adalah dalng sindikat sungguh tidak mudah.

Nasib malang menimpa Dicky yang menderita short term memories syndrome, hingga ia hanya bisa mengingat dalam waktu sekitar 10 menit saja dengan urutan kejadian kacau. LENA (Melina Zafar), dokter muda (27 tahun) yang sedang mengambil spesialis syaraf sangat menarik dengan kasus Dicky secara fisik. Lena yang cantik, pintar, pemberani dan enerjik, tahu dari pembimbingnya, Prof ROY (Roy Marten), bahwa Dicky mengidap penyakit aneh untuk perlu dianalis sebagai bahan penelitian kasus skripsinya. Dalam penyelidikannya Lena tak sendirian, ia dibantu sahabat karibnya, ANGGA (Adhi Pawitra). Lalu, apakah yang akan terjadi kemudian?

Inilah sebuah film thriller-suspense-slasher, horror yang...
Pokoknya Seru, Sadis, Seram, Tegang!!! Mulai 22 Juli di bioskop seluruh Indonesia KK DHEERAJ - K2K PRODUCTION

Minggu, 04 Juli 2010

Istri Bo'Ongan

PRESS RELEASE
FILM ISTRI BOONGAN

(Beredar di Bioskop Seluruh Indonesia 8 Juli 2010)

Bagaimana bisa mengharapkan anak-anak menjadi dewasa sepenuhnya, bila urusan perjodohan saja masih diatur dan disesuaikan kehendak orang tua. Khawatir tidak sesuai kehendak orangtuanya, terpakasa Aryo menyembunyikan calon istrinya yang asli dan menyewa seorang perempuan lain untuk diperkenalkan orangtuanya. Apa yang terjadi selanjutnya..?

Demikian sekilas film drama komedi berjudul Istri Bo'Ongan, produksi Kanta Indah Film. "Kami membuat film ini untuk hiburan keluarga. Di tengah persoalan kehidupan yang demikian ruwet, tentunya memberikan tontonan segar merupakan pilihan kami untuk memproduksi film ini," ujar Handy Muljono, produser dari Kanta Indah Film.

Film yang dibintangi Fahrani, Dwi Sasono dan Julia Perez ini, mengambil lokasi syuting di Jakarta dan sekitarnya. "Namun kami setting sebagian seperti di Yogyakarta. Karena ceritanya si Aryo yang diperankan Dwi Sasono berasal dari daerah Yogyakarta," ungkap Handy seraya menambahkan bahwa dipasangnya bintang- bintang film terkenal seperti Fahrani yang menggaet Piala citra pada FFI 2009, Bandung, yang disandingkan dengan aktor Dwi Sasono dan Jupe merupakan pilihan yang memang cocok dengan jalannya cerita film. "Jadi, castingnya sangat pas."

Sementara itu Julia Perez alias Jupe yang tampil 'berani' dalam film ini mengatakan bahwa film ini sebagai bertambahnya pengalaman dirinya bermain dalam film komedi. "Untuk membuat film komedi yang lucu bukan pekerjaan mudah. Karena membuat orang marah lebih mudah dari pada membuat orang tertawa. Saya harapkan film ini paling tidak membuat penontonnya terhibur," untkap artis yang kerap tampil seksi ini.

Ditengah-tengah perhatian masyarakat Indonesia dibetot ke ajang Piala Dunia sepakbola, di Afrika Selatan, Handy berkeyakinan film Istri Boongan menjadi selingan terbaik menjelang final Piala Dunia. "Jadi, nonton film Istri Bo'Ongan dulu, kemudian pulang dalam keadaan segar, tengah malamnya nonton deh Piala Dunia," tandas Handy. (DID)


Julia Perez
Film Ini Untuk Hiburan

Untuk kesekian kalinya Julia Perez alias Jupe menjumpai penggemarnya dalam sebuah cerita film layar lebar berjudul Istri Boongan. Dalam film produksi Kanta Indah Film itu, Jupe memerankan gadis yang akan dipersunting menjadi istri oleh Dwi Sasono.

"Saya bangga dan senang dengan peran yang diberikan kepada saya dalam film Istri Boongan Ini. Selain menimba pengalaman di dalam cerita lain dengan genre komedi ini saya ingin lebih mendalami bagaimana menjadi seseorang yang tidak disukai oleh keluarga sang pacar," ungkap Jupe.

Tetapi, intinya, artis kelahiran Jakrta, 15 Juli 1980 ini ingin memberikan warna lain dalam kemampuan aktingnya. "Apalagi lawan main saya dalam film ini Fahrani dan Dwi Sasono, akan memberikan suasana dan pengalaman akting saya semakin meningkat," Ujar Jupe yang pernah main film Hantu Jamu Gendung dan Sssst....Jadikan Aku Simpanan, meyakini bahwa main film komedi bukanlah hal yang mudah. "Membuat orang marah lebih mudah daripada membuat orang tertawa.

Karena itulah film ini memang untuk hiburan semata. Kalau ada pesan yang bisa diambil itu lebih bagus lagi. Kalau ada yang menilai sebagai hiburan, juga bagus-bagus saja," lanjut Jupe yang mengaku bahwa tampil seksi adalah sudah menjadi ciri khasnya dalam dunia hiburan.

Dalam film ini, Jupe tampil sensual bahkan terbilang berani. Baginya tampil total sesuai tuntutan skenario merupakan realisasi bagi profesionalitas seorang aktris. "Bagi saya seroang aktris ketika menerima peran selayaknya konsekuen. Nah, dalam cerita film seperti itu seharusnya saya tampil sensual, ya saya lakukan, "papar Jupe, yang mengaku bahwa trade mark dirinya adalah aktris yang tampil seksi dan sensual. "Saya tidak akan menyangkal bila ada yang mengatakan seperti itu, "aku Jupe yang memang di setiap foto-fotonya selalu tampil seksi dan sensual. (DID)


Dwi Sasono
Menarik dan Enak Untuk Ditonton

Berperan sebagai Aryo, pria Jawa, Dwi Sasono punya pengalaman yang unik dalam film Istri Boongan ini. "Uniknya film ini penuh kejutan di alur ceritanya. Sehingga membuat penonton terkejut," ujar Dwi Sasono yang enggan menceritakan keseluruhan jalannya cerita film ini. "Kalau saya ceritakan semua bukan kejutan lagi, dooong," tambahnya.

Yang pasti, film bergenre drama komedi ini, menambahkan pengalamannya sebagai aktor. Meskipun ini bukan film komedi pertamanya yang dia mainkan tetapi memberikan kesan yang mendalam bagi suami penyanyi Widi Mulya, dari kelompok AB Three ini. "Di setiap film yang saya mainkan selalu memberi pengalaman baru, khususnya film komedi. Bukan hanya di dalam aktignya saja, di luar itu pun, semisal di lokasi syuting, suasana akrab dan kelucuan sudah terbangun agar saat akting di depan kamera sudah dapat menjiwai tokoh yang diperankan, "tutur Dwi Sasono yang termasuk aktor nasional yang laris manis.'

Bermain bersama Fahrani dan Julia Perez, juga memberikan pengalaman yang menarik dan menyenangkan buat Dwi Sasono selama di lokasi syuting. "Mereka orang-orang yang terbuka dan enak diajak diskusi sehingga syuting lancar, dan kami berakting juga tak mengalami hambatan yang berarti. Kami bertiga begitu kompak dan chemistry di antara kami dalam berakting memberi konstribusi terhadap film Istri Boongan," kata Dwi yang mengharapkan film ini banyak ditonton oleh masyarakat Indonesia yang haus akan hiburan yang memancing tawa dan ceritanya juga bagus untuk disimak. "Pokoknya ini film enak ditonton." tandas Dwi Sasono. (DID)

SINOPSIS
“ ISTRI BOONGAN”

Sudah dua tahun ARYA tidak pernah pulang ke rumah orangtuanya di Magelang dan kali ini, lelaki yang sukses bekerja sebagai broker pialang saham ini terpaksa harus pulang karena bersamaan dengan hari ulangtahun pernikahan orangtuanya yang ke 30. Selain harus pulang, pak dan bu KOESNO, kedua orangtua Arya, meminta Arya pulang membawa calon istri. Arya pun bingung. Bukan karena belum punya pacar. Pacar sih ada, cantik, pintar dan kaya pula. Namanya AMARA, seorang wanita karir yang sukses.

Masalahnya, Arya tahu persis kalau kedua orangtuanya itu sangat kuno dan berpikiran tradisional. Mana mau mereka punya mantu orang modern, wanita karir pula. Ayahnya yang pengusaha tembakau dan punya perguruan ilmu kanuragan “JAKA LANGIT” itu selalu berpikir kalau wanita karir tidak bisa menghormati lelaki/suami. Pasti tidak mau punya anak dan pikiran lain seperti yang sering dibacanya di majalah.

Arya dan Amara mencari cara supaya hubungan mereka direstui orangtua Arya. Muncullah ide mencari pacar bohongan yang dikontrak Arya. Rencananya mereka memilih seorang perempuan yang lugu dan akan dirombak penampilannya menjadi modern tapi dengan attitude yang buruk. Arya berpikir kalau orangtuanya tidak setuju, saat itulah dia akan memperkenalkan Amara yang sesungguhnya. Arya yakin kalau Amara pasti akan diterima di keluarganya.

Setelah memilih sekian banyak wanita akhirnya pilihan jatuh ke FANI, seorang gadis lugu yang bekerja sebagai sales kecantikan. Fani sebenarnya cantik tapi penampilannya begitu sederhana. Dia tinggal bersama HANS, lelaki yang perlu dipertanyakan ke-lelakiannya karena memang agak-agak melambai alias banci. Hans sebenarnya ganteng, tapi karena sifatnya memang agak keperempuanan, jadi kelihatan kemayu. Hans bekerja di sebuah majalah wanita sebagai asisten make-up.

Arya menjanjikan uang 30juta kepada Fani jika Fani mau menjadi pacar bohongan selama sebulan. Fani menerima tawaran itu karena dia membutuhkannya untuk membayar hutang ibunya di kampung akibat penyakit yang dideritanya dan membuatnya harus berurusan dengan lintah darat.

Sebelum memulai tugasnya sebagai pacar bohongan Arya, Fani diajari bahasa Inggris, di make-over supaya berpenampilan modern dan seksi. Namanya juga berubah menjadi STEPHANIE supaya terdengar kebarat-baratan.

Maka pergilah Arya dan Fani ke Magelang ditemani Hans. Betapa kagetnya orangtua Arya saat melihat Fani yang memakai pakaian cukup seksi, bicara kebarat-baratan dan memeluk siapa saja. Arya senang melihat sikap ayahnya yang shock tapi ternyata ayahnya bisa menerima Fani. Alasannya sederhana saja, Arya pasti punya alasan mengapa memilih Fani. Jadi ngapain protes? Sementara ibunya Arya memilih diam dan menerima pilihan Arya. Begitu pun dengan DINI, adik perempuan Arya yang diam-diam naksir Hans.

Arya dan Fani tinggal di pavilion rumah orangtuanya meskipun ibu Arya sudah menyiapkan masing-masing kamar untuk tamunya. Arya memang sengaja memilih pavilion supaya bisa sekamar dengan Fani dan nanti orangtuanya melarang hubungan mereka yang dianggap sudah terlalu bebas. Nyatanya orangtua Arya tak keberatan ketika Fani (atas suruhan Arya) minta tinggal di pavilion. Tapi tentu saja ketika mereka sekamar, mereka tidur terpisah. Fani di ranjang, Arya di sofa. Hanya saja mereka kadang berakting pura-pura melakukan hubungan seks supaya kedua orangtuanya mendengar dan melabrak mereka. Kalau memang begitu kan, Arya bisa memutuskan Fani dan mengajak Amara untuk diperkenalkan kepada orangtuanya. Tapi sialnya, orangtua Arya tak pernah memergoki mereka. Yang ada, malah Fani memergoki Arya yang suka mengigau dan jalan saat tidur lalu mengambil empeng kesayangannya sejak bayi yang selalu disimpan di lemari.

Waktu terus berjalan, banyak hal yang sudah dilakukan Fani tapi orangtua Arya tetap tidak menggubris. Pernah suatu hari Fani mencuri pusaka milik keluarga Arya atas suruhan Arya. Pak Koesno marah besar sampai membuat sumpah siapa yang mencuri pusaka keluarganya, akan dia bikin dendeng. Fani pun mengaku sebagai pencuri tapi pak Koesno memaafkannya dengan alasan Fani pasti ingin mempelajari sejarah budaya keluarga karena selama ini dianggap tidak mengerti karena terlalu lama tinggal di luar negeri. Gagal lagi Arya memutuskan Fani.

Di sisi lain, kehadiran Fani membuat ibu dan adik Arya merasa senang. Fani mengajari ibu Arya untuk tampil seksi untuk suaminya dan mengajari Dini bagaimana menghadapi laki-laki agar lelaki itu tahu kalau dia menyukainya. Cara yang ditempuh Fani berhasil bagi ibu dan adiknya Arya. Pak Koesno akhirnya juga bisa menerima Fani setelah tahu Fani pandai menari Jawa dan cukup mengerti soal wayang.

Arya pun tak bisa berbuat apa-apa. Akhirnya dia malah berusaha berdamai dengan dirinya untuk lebih mengenal sosok Fani. Ternyata Fani wanita baik hati yang begitu menyenangkan. Bukan perempuan lugu dan bodoh seperti yang selama ini dia pikir. Perlahan keduanya makin dekat apalagi saat Arya tahu kalau ternyata Fani juga suka mengigau dan jalan sambil tidur.

Hingga suatu saat Amara datang ke Magelang, menemui Arya dan keluarganya. Arya kaget dan berusaha supaya Amara tidak buka suara. Tapi terlambat, Amara tidak tahan untuk menceritakan hubungan Arya yang sebenarnya dengan Fani dan bahwa mereka adalah kekasih yang sesungguhnya. Orangtua Arya marah, karena merasa dibohongi. Fani pun memutuskan untuk pergi. Arya baru menyadari kalau dia mencintai Fani. Arya berusaha mengejar Fani tapi terlambat.

Hubungan Arya sendiri putus dengan Amara karena Amara sadar hubungan mereka tak akan berhasil.

Setahun kemudian Arya akhirnya bertemu lagi dengan Fani tanpa sengaja di sebuah cafĂ©. Fani sudah berubah menjadi wanita karir. Sisa uang hasil “uang kontrak” dari Arya dipakainya untuk bermain saham seperti Arya. Mereka pun akhirnya jadian lagi.
-END-

Kamis, 01 Juli 2010

Obama Anak Menteng (Little OBAMA)

SINOPSIS:

BARRY Obama berusia 9 tahun ketika ia tiba di Menteng. Sebagai anak baru juga latar belakangnya yang campur aduk memberinya kesulitan dalam beradaptasi. Persahabatannya dengan anak-anak tetangga, berbeda ras dan strata sosial yaitu Slamet dan Yuniardi, serta pembantunya yang banci, Turdi, membawa Barry ke berbagai pengalaman masa kecil yang tidak terlupakan walaupun Barry cuma terhitung empat tahun di Indonesia.


Lewat berbagai permainan seperti Ping Pong, kelereng, dan juga layang-layang membuat Barry semakin akrab dengan Slamet dan Yuniardi. Ia juga memahami kehidupan unik seorang banci bernama Turdi. Hubungan keduanya makin memancing olok-olok anak-anak kampung yang pada dasarnya sudah tidak suka dengan Barry karena dia berbeda. Di lapangan sepak bola berlumpur, Barry pun bentrok dengan Carut dan geng-nya.

Semua pengalaman ini mengajarkan pada Barry, selain membuka diri dalam menerima perbedaan, tapi juga menerima dirinya sendiri sebagai orang yang beda seutuhnya.

Fase hidupnya di Menteng membekali Barry dengan pelajaran nilai-nilai yang masih ia pegang sampai ia dewasa. Ketika Barry sudah berhasil beradaptasi dengan lingkungannya, sebuah konflik di rumahnya membuatnya harus pergi meninggalkan Menteng.

Tiadanya ucapan perpisahan meninggalkan rasa getir di hati sahabat-sahabatnya. Namun mereka yakin bahwa Menteng telah memberi banyak pengalaman tak terlupakan bagi Barry. Bahkan ketika Barry berhasil meraih cita-citanya menjadi Presiden Amerika Serikat. Teman-teman masa kecil Barry pun ikut merasakan kebahagiaan Barry meskipun meskipun mereka jauh terpisahkan oleh jarak.

Obama Anak Menteng menjadi sebuah film dengan cerita sederhana dan inspiratif, namun menjadi bagian dari mosaik sejarah orang nomor satu di Amerika, Barack Husein Obama.


YES WE CAN!

Kalimat ini sepertinya sudah menjadi keyakinan dan semangat yang tertanam sejak Barack Obama masih kecil. Sejak Obama menjadi ANAK MENTENG...

Seperti apa semangat "Yes We Can!" itu? Kurang lebihnya akan tergambarkan melalui cerita dalam film produksi terbaru MVP Pictrues, OBAMA ANAK MENTENG (OAM), Little Obama (English Title). Film OAM ini juga diharapkan menjadi inspirasi bagi anak-anak untuk terus bermimpi. Persis seperti mimpi-mimpi Obama waktu kecil saat tinggal bersama orang tuanya di daerah Menteng Dalam, Jakarta Pusat.

Film Obama Anak Menteng yang sungguh inspiratif dan menarik bagi anak-anak yang ingin memahami masa kecil Obama. Tak jauh berbeda dibanding cerita anak-anak masa kini. Begitu banyak perspektif kisah masa kecil Obama saat tinggal bersama Lolo Soetoro (ayah angkat) dan Ann Dunham di Menteg. Begitu banyak sahabat-sahabat yang ada di sekitar Obama. Ada Slamet, ada Yuniardi, Rebecca, Sonny, Minto, Agus, memiliki cerita yang sangat unik dan menarik berdasarkan sudut pandang mereka. Ada sisi manusiawi, ada kedekatan, ada sisi emosional, ada opini-opini yang hadir dan tentunya belum pernah dituturkan, semuanya begitu inspiratif!

Obama sudah bercerita banyak di berbagai media dan bukunya. Tapi kalau ingin tahu cerita masa kecil Obama dari sudut pandang orang-orang yang pernah dekat dengannya saat kecil, di film Obama Anak Menteng (OAM) inilah banyak ditemukan jawabannya. Begitu unik!

MVP Pictures menggandeng Ve Handoyo sebagai editor penulis skenario film ini untuk mewujudkan gagasan-gagasan dan perspektif dari penutur dan nara-sumbar tentang masa kecil Obama di Menteng. Sementara John DeRantau dipilih MVP Pictures untuk ikut menyutradarai film Obama Anak Menteng karena gagasan-gagasan John tentang sosok Obama kecil secara visual dianggap luar biasa. MVP Pictures melihat dua sisi positif ini akan menghasilkan sebuah film yang sangat inspiratif dan secara filmis bisa dipertanggung-jawabkan.

Seluruh persiapan telah paripurna, setelah selama dua bulan persiapan untuk adaptasi ke Skenario dan proses casting. Film Obama Anak Menteng (OAM) mulai diproduksi pada tanggal 13 Mei 2010. Para pemain menjalani shooting sebagian besar di Bandung, tepatnya di daerah Cimahi, diakhiri di Jakarta tepatnya di daerah Kota tua dengan total waktu produksi empat minggu. Dan rilis di seluruh wilayah Indonesia pada tanggal 1 Juli 2010.

Semoga saja film Obama Anak Menteng (OAM) bisa memenui harapan penonton film Indonesia akan hadirnya tontonan sekaligus tuntunan yang inspiratif bagi anak-anak dan keluarga di saat liburan sekolah tahun ini.


OBAMA ANAK MENTENG
My Mother is My Mentor

SEBENARNYA judul di atas sangat tepat untuk menggambarkan peran Ann Dunham - ibu Obama - dalam membesarkan Obama. Cerita ini yang tersirat di film Obama Anak Menteng karya sutradara John DeRantau. Peran Ann Dunham luar biasa menentukan bagi karier masa depan Obama.

Bisa dibayangkan apa jadinya Barry kecil - panggilan Barack Obama - kalau saja Ann Dunham tidak memindahkan Obama dari Jakarta ke Hawaii. Ann melihat bahwa untuk mendapatkan pendidikan lebih baik, Obama harus dikirim ke keluarganya di Hawaii, Amerika Serikat.

Selain itu, begitu banyak sisi positif diajarkan Ann Dunham kepada Barry kecil dalam menjalani kehidupan. Misalnya saja, Ann izinkan anaknya bermain dengan siapapun, juga berteman dan bersahabat dengan siapa saja. Ann bahkan tidak setuju ketika Barry kecil menikmati kemenangannya setelah mengalahkan preman kecil di Menteng. Barry malah dimintanya minta maaf.

"Dia juga toleran. Barry ikuti semua kegiatan di sekolah, tidak terkecuali kegiatan pramuka yang berlangsung sore hari setelah jam sekolah," ungkap Sonny, teman sekolah Barry di kelsa 3A dan 4A SD Menteng 01, Jakarta. Kebetulan rumah Sonny juga berdekatan dengan paviliun yang ditinggali keluazrga Soetoro. Sikap toleran, persahabatan dan kebersamaan ini juga diajarkan sang ibu, Ann Dunham.

Ann yang bekerja di keduataan besar Amerika Serikat juga sadar bahwa setiap anak memiliki kebiasaan, kekhususan, juga keistimewaan. Ini yang dilihat secara jeli oleh Ann pada diri Barry kecil. Ann bangunkan Barry di saat subuh hanya untuk mempelajari pengetahuan yang tidak didapat di kurikulum sekolah di Jakarta. "Seingat saya, wawasan juga pengetahuan umum Barry lebih bagus dibanding teman-teman di kelas," jelas Sonny.

Dengan kesedrhanaan dalam bertutur itulah film Obama Anak Menteng (Little Obama) diharapkan menjadi film yang sarat inspirasi tanpa terkesan menggurui. Dari sudut pandang tokoh Ann Dunham, film ini seakan ingin mengajak ibu-ibu untuk memahami pilihan yang terbaik, melihat potensi seorang anak, sampai berkorban demi masa depan anaknya. Persis seperti yang Ann Dunham lakukan terhadap Barry kecil.

Dalm buku-bukunya, Barack Obama berkali-kali tegaskan peran ibunya bagi karier dan masa depannya.

Nah untuk para ibu, ingin seperti Ann Dunham? Tidak ada salahnya duduk selama 90 menit dan berbagi pengalaman dalam mendidik anak, saksikan film Obama Anak Menteng.

Rabu, 30 Juni 2010

3hati dua dunia, satu cinta

Catatan Produser (Putut Widjanarko)
Tiga Hati, Dua Dunia, Satu Cinta
Produksi: Mizan Productions


Film Tiga Hati, Dua Dunia, Satu Cinta adalah film kelima yang diproduksi Mizan Productions setelah Laskar Pelangi (Miles Films dan Mizan Productions), Garuda di Dadaku (SBO Films dan Mizan Productions), Emak Ingan Naik Haji (Mizan Productions dan Smaradhana Pro), dan Sang Pemimpi (Miles Films dan Mizan Productions). Film ini melanjutkan ikhtiar Mizan Productions untuk menyuguhkan film-film yang memiliki pesan yang kuat, menyampaikan nilai-nilai yang baik, dan memberikan inspirasi. Dengan ikhtiar itu, Mizan Productions berharap mampu berperan dalam perkembangan industri perfilman di Indonesia, serta memberi sumbangan positif dalam mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih baik.

Film Tiga Hati, Dua Dunia, Satu Cinta diadaptasi dari dua novel karya Ben Sohib yang telah menjadi bestseller berjudul Da Peci Code dan Rosid dan Delia. Kedua buku ini juga diterbitkan ulang oleh Penerbit Bentang (salah satu penerbit dalam Mizan Group) dengan judul Hikayat the Da Peci Code dan Balada Rosid dan Delia. Film ini bercerita tentang kisah cinta dua anak manusia yang berbeda agama-antara Rosid yang Muslim dan Delia yang Katolik. Juga cinta mereka dengan keluarga mereka yang bahagia. Kisah cinta dari dunia yang berbeda ini menjadi inti dari film ini, serta bagaimana Rosid dan Delia menyelesaikan persoalan mereka.

Budaya keturunan Arab di Indonesia menjadi warna dalam film ini, karena Rosid adalah seorang pemuda keturunan Arab. Reza Rahadian dan Laura Basuki harus berlatih tari Zapin untuk film ini. Selain itu, tiga puisi WS. Rendra juga mewarnai film ini, karena salah satu cita-cita Rosid adalah menjadi penyair. Reza Rahadian yang berperan sebagai Rosid juga harus berlatih khusus untuk membacakan puisi-puisi Rendra setelah salah satu budayawan terpenting Indonesia itu wafat bulan Juli 2009 yang lalu. Sehubungan jdengan itu, Penerbit Bentang juga menerbitkan buku berjudul Stanza dan Blues Rendra, yang berisi puisi-puisi romantis karya WS. Rendra yang pernah diterbitkan dalam beberapa kumpulan puisi.

Film Tiga Hati, Dua Dunia, Satu Cinta diproduksi dengan kesadaran yang mendalam tentang pentingnya memahami keragaman di Indonesia. Sebagai bangsa yang multietnis dan multiagama, penghargaan terhadap keragaman menjadi sangat penting untuk merawat "kapal besar" bernama Indonesia ini bersama-sama. Film ini membahas keragaman dan perbedaan dalam masyarakat Inonesia ini dengan elegan, dengan kisah cinta tulus yang mengharukan serta diselingi komedi-komedi yang menggelitik.


Catatan Sutradara merangkap Penulis Skenario (Benni Setiawan)

3 HATI DUA DUNIA SATU CINTA adalah film ketiga saya sete3lah "BUKAN CINTA BIASA" dan "CINTA DUA HATI". Melihat dri judul-judulnya akan terkesan bahwa saya senang membuat film tentang cinta. Ya memang benar. Jadi saat Mizan menawarkan kepada saya sebuah proyek film yang diangkat dari dua buah novel karya Ben Sohib (The da Peci code dan Balada cinta Rosid & Delia), saya langsung menyatakan tertarik. Buat saya isi kedua novel tersebut tidak hanya sekedar berbicara tentang cinta remaja. Lebih dari itu, novel ini juga berbicara tentang cinta terhadap keluarga, cinta terhadap sesama, cinta terhadap agama, dan cinta terhadap sang khalik yang menciptakan perbedaan untuk dicintai.

Membaca kedua novel yang cukup best seller tersebut, saya langsung jatuh hati. Dan itulah pula yang mendorong saya menawarkan diri untuk sekaligus menulis skenarionya. Kandungan novel yang sangat sarat dengan nilai-nilai dan pesan-pesan yang kuat menambah semangat saya untuk menggarapnya. Dan hal ini sekaligus tantangan buat saya mengingat kedua novel ini memiliki kandungan kontroversi yang harus disiasati secara berhati-hati.

Ternyata menggarap proyek ini tak semudah dugaan saya. Berbagai kendala datang silih berganti. Yang paling krusial adalah pada saat pra produksi. Ini menjadi catatan buat saya karena pada saat itu sebulan lebih kami mengalami kesuliatan untuk mendapatkan tokoh utama dalam film ini, Roshid. Tentu tidak mudah untuk memilih pemain karena selain karakter, figur pemain ini juga merupakan tokoh yang spesifik yaitu dari etnis keturunan Arab. Beberapa pemain dengan wajah khas etnis Arab coba dicasting namun tak ada yang memenuhi selera. Tai untunglah kami mendapatkan Reza Rahardian untuk memerankan tokoh Rosid meskipun harus mengenakan wig supaya pas dengan karakter Rosid dalam cerita novel.

Masalah ternyata tidak berhenti. Selain tokoh Rosid kami juga mengalami kendala untuk mendapatkan peran yang cocok untuk karakter orang tua Rosid yang Alhamdulillah berhasil dimainkan secra sempurna oleh Henidar Amroe dan Rasyid Karim. Namun aungan jempol secara pribadi harus saya sampaikan kepada pemain lain seperti Laura Basuki, Arumi Bachsin, Ira Wibowo, Robby Tumewu, dan Zainal Abidin yang berhasil mewujudkan keinginan saya atas tokoh yang mereka mainkan.

Pada saat pro produksi pemain diwajibkan untuk reading dan saya langsung mengarahkannya dan berdiskusi dengan pemain untuk mencari yang terbaik karena kami semua menginginkan hasil yang terbaik. Bahkan khusus untuk peran ROSID dan DELIA, saya mewajibkan mereka berlatih tari zafin di bawah bimbingan Bapak Husein Shahab selama sebulan untuk menunjang adegan tari Zafin.

Saat produksi tiba, saya hampir tidak mengalami hambatan selain factor cuaca. Maklum dengan mengambil lokasi di Bogor kami semua harus siap dengan kondisi alam kota yang terkenal dengan sebutan kota hujan. Oleh karena itu schedule kita buat sedemikian rupa sehingga pada saat hujan tiba tidak terlalu menganggu proses pengambilan gambar. Dan syukur Alhamdulillah sekali lagi saya ucapkan, berkat kerjasama yang harmonis di antara produser, crew, dan pemain, film ini akhirnya bisa selesai sesuai jadwal. Akhirnya selaku sutradara tidak ada kebahagiaan selain bahwa apa yang sudah kami kerjakan bisa segera dinikmati oleh penontong film Indonesia. Ini semua terjadi karena baik crew dan pemain telah bekerja sama dengan baik atas dukungan dari MIZAN production yang begitu luar biasa. Saya berharap film ini bisa memberikan sajian hiburan yang menyenangkan dan mendidik karena film ini memiliki pesan yang kuat untuk bisa menjadi suri tauladan buat kita semua.



Komentar Tokoh Tentang Film 3 Hati

Aditya Gumay (Sutradara Film Emak Ingin Naik Haji)
Wajib tonton untuk anda yang menghargai perbedaan.

Parni hadi (Dirut RRI)
Ada pesan yang sangat dalam tentang cinta, tentang pluralisme, tentang kemanusiaan.

Olivia Zalianty (Aktris)
Issuenya sangat menarik.

Eki Soekarno (Musisi)
Lucu, menarik, dan semuanya oke.

Soraya Haque (Peragawati & Presenter)
Sajian yang tidak membuat berpikir terlalu berat.

Hajrianto Tohari (Wakil Ketua MPR RI)
Membawa pesan-pesan kemajemukan yang sangat sesuai dengan kondisi masyarakat kita yang majemuk.

Mochtar Pabottinggi (Penliti LIPI)
Film ini sangat bagus. Two thumbs up.

August Parengkuan (Komisaris Kompas - Gramedia Group)
Film ini sangat fari. Pemain-pemainnya sangat kuat.

Syafi'i Anwar (Direktur International Centre for Islamand Pluralism)
Sangat menyentuh. Benar-benar memberikan semacam pencerahan dalam rangka mengatasi persoalan pernikahan antar agama.

Ade Armando (Pemerhati Media)
Contoh film terbaik tentang bagaimana menyampaikan ajaran tentang kewajiban kita menghormati orang-orang lain walaupun berbeda keyakinan.

H. Amidan (Ketua Majelis Ulama Indonesia)
Film ini bagus dan layak untuk ditonton oleh masyarakat. Menjadi pelajaran bagi remaja kita.